1. Facebook
Agar lebih mudah dikenali, nama instansi atau Unit Metrologi Legal (UML) bisa dijadikan nama akun facebook. Penyebaran informasi terkait metrologi dalam facebook dapat berbentuk tulisan, foto maupun video. Fitur facebook story maupun postingan bisa dimanfaatkan. Kelebihan dari media sosial yang satu ini adalah jumlah penggunanya. Mengingat facebook bisa dibilang media sosial lama yang masih eksis hingga sekarang.
2. Twitter
Setelah facebook, twitter merupakan media sosial lama yang juga masih banyak digunakan oleh masyarakat. Tagar merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh sosial ini. Meskipun twitter membatasi ukuran/karakter unggahan, namun penggunaan tagar memperluas jaringan masyarakat yang melihat ataupun membaca postingan kita. Dalam rangka memperkenalkan metrologi kepada masyarakat, penggunaan tagar #metrologilegal bisa menjadi langkah pertama.
3.Instagram
Fitur-fitur dalam instagram sendiri bisa dibilang merupakan gabungan dari facebook dan twitter. Namun, instagram berbeda dengan facebook yang menjadikan tulisan sebagai sorotan utama ataupun twitter yang menjadikan tagar sebagai sorotan utama. Foto dan video adalah sorotan utama dalam instagram. Sehingga, pemanfaatan instagram dalam upaya memperkenalkan metrologi dapat berupa foto kegiatan, video ilustrasi, ataupun infografis dengan desain yang kekinian.
4. Youtube
Hampir sama dengan instagram, sorotan utama youtube adalah visual. Namun, bukan berupa foto, melainkan video. Jika ketiga media sosial lain memiliki batasan, youtube tidak memberikan batasan terhadap apa yang akan kita unggah. Sehingga, kita bisa dengan leluasa mengunggah video dengan durasi yang panjang. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci kepada masyarakat tentang metrologi. Namun, tantangannya adalah mencari ide visualisasi yang menarik dan kreatif agar informasi tentang metrologi tetap bisa tersampaikan kepada masyarakat tanpa membuat mereka merasa bosan.
5. TikTok
TikTok merupakan platform video pendek yang memungkinkan pengguna berimaj inasi dan mengekspresikan ide secara bebas dalam bentuk video pendek. Kemudian, video tersebut dapat dibagikan kepada seluruh pengguna TikTok di berbagai belahan dunia. Pengenalan teknologi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur For You Page (FYP). Dengan fitur tersebut, kita bisa mengetahui tren terbaru sehingga dapat diterapkan untuk pembuatan video pendek yang menarik tentang metrologi.
PENUTUP
Pada dasarnya, media sosial memberikan kita banyak kesempatan, tidak hanya untuk mengkonsumsi informasi tetapi juga menyuarakan aspirasi, memberikan gagasan, kritik, ataupun keresahan tentang berbagai permasalahan yang ada. Sebagai tenaga kemetrologian, kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mengatasi salah satu masalah di bidang metrologi, yakni rendahnya pemahaman masyarakat. Media sosial yang setiap harinya diakses oleh masyarakat bisa menjadi senjata yang ampuh untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan metrologi.Pemanfaatan media sosial tidak bisa dilakukan hanya sekali dua kali, tetapi terus menerus. Dengan demikian, metrologi pun akan semakin dikenal oleh masyarakat, tak terkecuali kalangan milenial. Metrologi juga harus dikenal oleh kalangan milenial, karena merekalah yang nantinya menerima tongkat estafet metrologi di masa depan. Tidak hanya untuk masa depan, namun memperkenalkan metrologi kepada masyarakat juga akan berguna di masa sekarang. Sebab dengan begitu akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk menggeluti dan berkontribusi di bidang metrologi. Selain itu, masyarakat yang memahami pentingnya metrologi juga akan menjadi konsumen yang berdaya. Sehingga, lebih jeli memeriksa segala sesuatu yang dikonsumsi dan lebih teliti dalam melakukan transaksi jual beli yang melibatkan pengukuran, baik itu di pasar, swalayan, tempat pengisian bahan bakar (SPBU), dan sebagainya. Tidak hanya untuk melahirkan konsumen yang berdaya, edukasi melalui media sosial juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang, distributor atau semacamnya, tentang pentingnya metrologi. Sehingga, tenaga kemetrologian pun dapat terbantu, salah satunya dalam hal pelayanan Tera/Tera Ulang. Dalam jangka panjang, dampak dari edukasi di media sosial yang berkelanjutan akan membantu diwujudkannya Whole of Goverment, dimana masing-masing elemen peduli dan bersedia untuk saling berkolaborasi demi kemajuan metrologi.
Getmi Rajagukguk
Publish :
http://ppsdk.kemendag.go.id/v2/majalah-insan-metrologi/

Komentar
Posting Komentar