Langsung ke konten utama

MEDIA SOSIAL (FACEBOOK, INSTAGRAM, TWITTER, dan TIKTOK): ALAT AMPUH MENGENAL METROLOGI



    Perkembangan teknologi semakin hari semakin mengalami kemajuan. Di era globalisasi, teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Semua aspek kehidupan pun telah terdampak oleh kemajuan teknologi, tak terkecuali Metrologi.  Dunia metrologi sendiri juga turut berkembang pesat karena pengaruh kemajuan teknologi. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui arti dari metrologi. Padahal, peranan metrologi bagi kehidupan kita sehari-hari begitu penting. Mengutip pernyataan dari seorang ilmuwan yang bernama Lord Kelvin, “Bila anda dapat mengukur apa yang anda katakan dan menyatakannya dalam bentuk angka, anda mengetahui sesuatu tentang itu, tetapi jika anda tidak dapat mengukurnya dan menyatakannya dalam angka, pengetahuan anda tentang yang anda katakan sangat lemah dan tidak memuaskan”. Dari sini kita dapat memahami pentingnya pengukuran, dan metrologi adalah disiplin ilmu yang mengajarkan kita tentang hal itu. Bahkan, karena begitu pentingnya, beberapa bidang seperti ekonomi, industri hingga kesehatan pun tidak terlepas dari metrologi. Namun, sebesar apapun peran metrologi dalam kehidupan sehari-hari, kita tetap tidak bisa menghapuskan kenyataan bahwa pemahaman masyarakat tentang metrologi masih sangat kurang. Mirisnya, tidak sedikit masyarakat yang masih kesulitan membedakan metrologi dan meteorologi. Sehingga, apabila ditanya tentang metrologi, jawaban mereka tidak jauh-jauh dari perkiraan cuaca. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang metrologi adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, khususnya media sosial. Secara harfiah, media sosial berarti sarana yang memudahkan penggunanya untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Media sosial sendiri memiliki potensi yang cukup tinggi dalam membantu memperkenalkan metrologi pada masyarakat Hal tersebut dikarenakan begitu banyak masyarakat yang mengakses media sosial setiap harinya. Meskipun media sosial terkadang juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pola pikir maupun pola hidup seseorang, namun manfaat yang dimilikinya juga tidak bisa diabaikan. Tidak hanya bisa menghibur, media sosial juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti menambah pengetahuan, mengasah kreatifitas, menumbuhkan inovasi dan motivasi hingga membantu pekerjaan kita sehari-hari. Dalam perkembangannya, media sosial pun menjadi sebuah kebutuhan. Terlebih di masa pandemi seperti ini yang mengharuskan kita untuk lebih banyak melakukan kegiatan di dalam rumah. Sehingga, media sosial pun begitu dibutuhkan agar kegiatan-kegiatan yang kita kerjakan di rumah tetap bisa maksimal. 
Media Sosial yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan metrologi, yakni :

1. Facebook 

Agar lebih mudah dikenali, nama instansi atau Unit Metrologi Legal (UML) bisa dijadikan nama akun facebook. Penyebaran informasi terkait metrologi dalam facebook dapat berbentuk tulisan, foto maupun video. Fitur facebook story maupun postingan bisa dimanfaatkan. Kelebihan dari media sosial yang satu ini adalah jumlah penggunanya. Mengingat facebook bisa dibilang media sosial lama yang masih eksis hingga sekarang.

2. Twitter

Setelah facebook, twitter merupakan media sosial lama yang juga masih banyak digunakan oleh masyarakat. Tagar merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh sosial ini. Meskipun twitter membatasi ukuran/karakter unggahan, namun penggunaan tagar memperluas jaringan masyarakat yang melihat ataupun membaca postingan kita. Dalam rangka memperkenalkan metrologi kepada masyarakat, penggunaan tagar #metrologilegal bisa menjadi langkah pertama.

3.Instagram

Fitur-fitur dalam instagram sendiri bisa dibilang merupakan gabungan dari facebook dan twitter. Namun, instagram berbeda dengan facebook yang menjadikan tulisan sebagai sorotan utama ataupun twitter yang menjadikan tagar sebagai sorotan utama. Foto dan video adalah sorotan utama dalam instagram. Sehingga, pemanfaatan instagram dalam upaya memperkenalkan metrologi dapat berupa foto kegiatan, video ilustrasi, ataupun infografis dengan desain yang kekinian. 

4. Youtube

Hampir sama dengan instagram, sorotan utama youtube adalah visual. Namun, bukan berupa foto, melainkan video. Jika ketiga media sosial lain memiliki batasan, youtube tidak memberikan batasan terhadap apa yang akan kita unggah. Sehingga, kita bisa dengan leluasa mengunggah video dengan durasi yang panjang. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci kepada masyarakat tentang metrologi. Namun, tantangannya adalah mencari ide visualisasi yang menarik dan kreatif agar informasi tentang metrologi tetap bisa tersampaikan kepada masyarakat tanpa membuat mereka merasa bosan.

5. TikTok

TikTok merupakan platform video pendek yang memungkinkan pengguna berimaj inasi dan mengekspresikan ide secara bebas dalam bentuk video pendek. Kemudian, video tersebut dapat dibagikan kepada seluruh pengguna TikTok di berbagai belahan dunia. Pengenalan teknologi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur For You Page (FYP). Dengan fitur tersebut, kita bisa mengetahui tren terbaru sehingga dapat diterapkan untuk pembuatan video pendek yang menarik tentang metrologi. 

PENUTUP

    Pada dasarnya, media sosial memberikan kita banyak kesempatan, tidak hanya untuk mengkonsumsi informasi tetapi juga menyuarakan aspirasi, memberikan gagasan, kritik, ataupun keresahan tentang berbagai permasalahan yang ada. Sebagai tenaga kemetrologian, kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mengatasi salah satu masalah di bidang metrologi, yakni rendahnya pemahaman masyarakat. Media sosial yang setiap harinya diakses oleh masyarakat bisa menjadi senjata yang ampuh untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan metrologi.Pemanfaatan media sosial tidak bisa dilakukan hanya sekali dua kali, tetapi terus menerus. Dengan demikian, metrologi pun akan semakin dikenal oleh masyarakat, tak terkecuali kalangan milenial. Metrologi juga harus dikenal oleh kalangan milenial, karena merekalah yang nantinya menerima tongkat estafet metrologi di masa depan. Tidak hanya untuk masa depan, namun memperkenalkan metrologi kepada masyarakat juga akan berguna di masa sekarang. Sebab dengan begitu akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk menggeluti dan berkontribusi di bidang metrologi. Selain itu, masyarakat yang memahami pentingnya metrologi juga akan menjadi konsumen yang berdaya. Sehingga, lebih jeli memeriksa segala sesuatu yang dikonsumsi dan lebih teliti dalam melakukan transaksi jual beli yang melibatkan pengukuran, baik itu di pasar, swalayan, tempat pengisian bahan bakar (SPBU), dan sebagainya. Tidak hanya untuk melahirkan konsumen yang berdaya, edukasi melalui media sosial juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang, distributor atau semacamnya, tentang pentingnya metrologi. Sehingga, tenaga kemetrologian pun dapat terbantu, salah satunya dalam hal pelayanan Tera/Tera Ulang. Dalam jangka panjang, dampak dari edukasi di media sosial yang berkelanjutan akan membantu diwujudkannya Whole of Goverment, dimana masing-masing elemen peduli dan bersedia untuk saling berkolaborasi demi kemajuan metrologi.


Penulis:

Getmi Rajagukguk

Publish :

http://ppsdk.kemendag.go.id/v2/majalah-insan-metrologi/ 

Komentar