University Of Sumatera Utara
Salah satu dari sekian banyak siswa di indonesia yang menginginkan hal itu. jujur dulu saya tidak tahu mau kemana arah saya kuliah nantinya, terutama jurusan. Dulunya, saya adalah siswa unggulan sekolah yakni siswa XII-IPA1. tibalah saatnya semester 6, semester yang berbeda dari semester semester sebelumnya. dimana semester ini kita harus menentukan pilihan kita di sebuah Jalur Undangan Perguruan tinggi Negeri yaitu SNMPTN. saya bingung harus memilih jurusan apa nantinya. validasi nilai raport semester 1-5, Final! tibalah memasuki tahap pemilihan jurusan, saya telah berkompromi pada keluarga mengenai hal ini dan respon keluarga "yah itu tergantung abang. kan abang yang mau kuliah", kebingungan pun semakin bertambah. akhirnya saya menentukan pilihan saya, yaitu:
Pilihan Pertama: Manajemen Kehutanan - IPB
Pilihan Kedua : Teknik Lingkungan - USU
FINISH!
seiring menunggu pengumuman, saya mengikuti bimbingan belajar (BIMBEL) yaitu MEDICA. Tibalah saatnya pengumuman jalur undangan saya dinyatakan "TIDAK LULUS". Saya pada saat itu menangis sederas-derasnya dirumah dan disamping ibu saya tepatnya diruang televisi, saat itu bapak saya sedang tidur lalu terbangun mendengar tangisan saya. seketika ia beranjak dari tempat tidurnya dan dia berkata "kenapa si josua itu?"; Kalah dia testing perguruan tinggi snmptn, ujar ibu ku. dan seketika bapak saya marah-marah dan menyalahkan saya dan mengatakan itu karena kebodohannya. pada saat itu saya merasa hari itu adalah hari tersial yang pernah ada. saya menonaktifkan! Facebook saya, off BBM, dan saya cuma jadi silent reader atas kemenangan teman-teman saya. berjuang dan terus berjuang! mengikuti test demi test dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ujian Mandiri Univ. Sebelas Maret (UM UNS), UM UNDIP, SIMAK UI, POLMED yang berujung KEGAGALAN! lagi. mungkin bisa dikatakan, saya terlahir Bodoh dan Egois. jujur, saya tergila-gila dengan kampus Jawa notabanenya wow, tidak memiliki Restu dari Orang tua sama sekali karena ada beberapa faktor lainnya yaitu kakak saya sudah di jawa yaitu di kampus UNDIP Semarang, dan saya adalah anak laki-laki sematawayang mereka. banyak aspek yang mereka pikirkan tapi tetap dengan keras kepala dan egoistisme saya untuk berkuliah disana. dan tibalah saat nya memasuki UM USU, saya meminta kepada ibu saya uang pendaftaran 500 ribu dengan melalui Telpon bahwasannya saya ingin mengikuti test tersebut. Dan untuk kesekian kalinya lagi, GAGAL. pada saat itu saya bersama dengan kakak saya berada di warung internet (WARNET) untuk melihat pengumuman tersebut yang terpampang jelas kegagalan dilayar komputer. DOWN! yah saya merasakan sebuah keterpurukan sama dengan perihal Jalur SNMPTN pada saat itu karena ini adalah test terakhir yang memiliki strata satu (S1). ada satu lagi test terakhir masuk perguruan tinggi negeri 2015 tapi tidak untuk jenjang S1 melainkan Diploma atau Sekolah Vokasi USU yang bahkan tutup besok setelah pengumuman UM USU. saya sudah pasrah! mungkin bakalan gagal lagi. dan saat itu saya berkata pada ibu saya bahwasannya saya ingin GAPYEAR dengan mengikuti bimbingan belajar 1 tahun lagi untuk persiapan test perguruan tinggi di tahun berikutnya 2016. ternyata oh ternyata ibu saya tidak mengizinkan dan tidak mengabulkan permintaan saya. ia berkata: yah kalau Gak ada menang, kamu kuliah di S1 Pendidikan Matematika UHN (Universitas HKBP Nomensen) yang terletak di Pematang Siantar. Dan saat itu aku terdiam dan merenung seakan gabisa berkata; Pasrah. Dan Oksi pun menjemput saya untuk menemani saya mendaftar ke Vokasi USU yang dimana ia sudah terlebih dahulu Mendaftar. Singkat cerita saya pun mengikuti ujian tersebut di Unit 7 FMIPA (Prodi Biologi) bersama teman teman saya yang lainnya dan saya pisah dengan oksi perihal jadwal jam ujian nya berbeda karena jurusannya juga berbeda, Soshum. Waktu bergulir begitu cepat, sembari menunggu hasil test saya mengikuti sekolah kedinasan yaitu STAN dan pergi ke Medan bersama teman saya Rut Sitorus untuk melakukan Registrasi Berkas kami pun berangkat menuju medan dengan Transfortasi Kereta Api jadwal pemberangkatan Siang hingga tiba di Medan Sore Hari jarak tempuh 5 Jam. Pukul 5 sore an, Recent Update BBM Rame dengan postingan Kemenangan dan tak luput kesedihan pula. Saya tidak berani untuk membuka pengumuman tersebut dengan perasaan Harap Harap cemas saya pun Gelisah dan aku berkata sama teman ku: rut.. gaberani aku lihat pengumumannya hari ini ternyata. Bodoh kali kau! Tinggal Buka aja susah kali. Sini aku yang buka mana nomor ujian mu dan apa situsnya. [Dia Pun Membukanya!] Wih Anj*ng lulus kau get! Sumpah get!! Lulus kauloh *seakan Gerbong itu di penuhi oleh Suara Besarnya. Dan kami pun bersorak gembira. Diluar Ekspektasi saya lulus di pilihan ke-2: Fisika USU. yang dimana saya berharap lulus pilihan pertama: Teknik informatika karena itu favorit di Sekolah Vokasi USU. Congratulation for my self! Tapi aku tidak menyesal akan kelulusan tersebut malah bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yesus untuk BerkatNya. Dan karna itu saya tidak jadi Gapyear dan tidak jadi kuliah di Pendidikan Matematika yang dimana saya menghindari untuk jadi seperti ibu saya; Guru. Atas kemenangan tersebut, saya harus menjalankan Janji saya kepada Tuhan (Nazaar) yang sudah saya ikrarkan di diri saya sendiri. Dan saya mau berpesan jangan pernah berhenti untuk Berharap, dan juga Bersyukur dalam Keadaan apapun itu [Ora Et Labora!] Dan juga kita harus tetap PERCAYA. Sukses guys! ❣
|
Wih sangat menginspirasi ya ceritanya kak
BalasHapusSemangat buat adek2, semoga setelah membaca ini bisa menginspirasi kita smua💪
BalasHapus❤❤
BalasHapusNever give up
BalasHapusMenginspirasi 😍 , semoga kelak calon penerus bangsa yg akan datang bisa seperti kamu :) tetap lah menjadi inspirasi bagi semua orang
BalasHapus